<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Special Abisss</title>
	<atom:link href="http://serbaspecial.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://serbaspecial.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Aug 2007 05:09:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>ms</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='serbaspecial.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Special Abisss</title>
		<link>http://serbaspecial.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://serbaspecial.wordpress.com/osd.xml" title="Special Abisss" />
	<atom:link rel='hub' href='http://serbaspecial.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ummat kebingungan</title>
		<link>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/08/11/ummat-kebingungan/</link>
		<comments>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/08/11/ummat-kebingungan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Aug 2007 05:09:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>serbaspecial</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Problema Umat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serbaspecial.wordpress.com/2007/08/11/ummat-kebingungan/</guid>
		<description><![CDATA[Sejak terjadinya pemisahan antara penguasa dengan sumber-sumber hukum Islam di kalangan ummat Islam, di mana manusia merasa kebingungan karena diombang-ambingkan oleh hawa nafsunya; para ulama pun sudah tak mau peduli. Masing-masing sudah sibuk dengan urusannya sendiri dan mereka pandang itulah yang lebih aman dan selamat.    Ketika  terjadi kebangkitan Eropa baru, kondisi ummat sama sekali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serbaspecial.wordpress.com&amp;blog=801414&amp;post=88&amp;subd=serbaspecial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">Sejak terjadinya pemisahan antara penguasa dengan sumber-sumber hukum Islam di  kalangan ummat Islam, di mana manusia merasa kebingungan karena  diombang-ambingkan oleh hawa nafsunya; para ulama pun sudah tak mau peduli.  Masing-masing sudah sibuk dengan urusannya sendiri dan mereka pandang itulah  yang lebih aman dan selamat.</font><span id="more-88"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">   Ketika  terjadi kebangkitan Eropa baru, kondisi ummat sama  sekali sudah tidak memiliki unsur-unsur kekuatan yang hakiki. Sebut saja  akidahnya lemah dan tidak jelas lagi arahnya. Keyakinannya tidak mantap,  akhlaqnya merosot, komitmennya hampir tak ada sama sekali. Pemikirannya jumud  (beku), ijtihadnya macet total, kefaqihannya (kefahamannnya terhadap Islam)  hilang, bid&#8217;ah merajalela, sunnah sudah diabaikan, kesadarannya menipis,  sampai-sampai yang  namanya ummat tidak seperti ummat lagi. Maka orang Barat  mengeksploitasi kesempatan tersebut dengan menjajah dan menguasai berbagai  negeri dan menghabisi sisa-sisa unsur kekuatan pribadi ummat sampai keadaannya  seperti apa yang kita rasakan sekarang. Penuh kehinaan tanpa memiliki wibawa  sama sekali. Segala urusan kita berada di tangan musuh, dan nasib kita  ditentukan oleh mereka para penjajah itu. Akhirnya kita minta bantuan kepada  mereka untuk menyelesaikan segala problem yang timbulnya dari pribadi kita  sendiri. </font><a href="#_ftn5" name="_ftnref5"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Arial;"></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">    Para penjajah benar-benar  memahami karakteristik ummat  yang dijajahnya (yang keadaannya telah carut marut itu). Mereka memfokuskan  perhatian pada pembentukan program pengajaran dan lembaga-lembaganya, dengan  harapan dapat mengubah pemikiran-pemikiran kaum Muslimin sehingga siap untuk  menerima pemikiran-pemikiran alam baru dan berusaha menyelaraskannya.  </font></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">   Para penjajah kafir tersebut beranggapan bahwa penerimaan  kaum Muslimin terhadap realitas yang baru dapat mendorong mereka untuk mencapai  kemajuan.</font></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">   Hal itu mereka analogikan pada negara-negara Eropa yang  tidak merencanakan programnya yang benar-benar mantap untuk mencapai suatu  peradaban kecuali setelah melepaskan agamanya dan bebas dari belenggu gereja.  Menurut mereka, semua agama hanya merupakan lembaga serta penghalang untuk  mencapai tujuan.</font></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">   Allah SWT berfirman:<em>&#8220;Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut  mereka, mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecualidusta.&#8221;</em> (Al-Kahfi:  5).</font></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">    Tuduhan-tuduhan mereka itu memang benar untuk agama  mereka, namun sangat jauh untuk dikatakan benar terhadap dien Al-Islam. Karena,  dengan Islam itu Allah menghendaki agar manusia hidup bahagia dan terwujud  segala keinginannya.</font><a href="#_ftn6" name="_ftnref6"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Arial;"></span></span></a><span style="font-size:12pt;"><font face="Arial" size="2"> </font></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/serbaspecial.wordpress.com/88/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/serbaspecial.wordpress.com/88/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/serbaspecial.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/serbaspecial.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/serbaspecial.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/serbaspecial.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/serbaspecial.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/serbaspecial.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/serbaspecial.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/serbaspecial.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/serbaspecial.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/serbaspecial.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/serbaspecial.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/serbaspecial.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/serbaspecial.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/serbaspecial.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serbaspecial.wordpress.com&amp;blog=801414&amp;post=88&amp;subd=serbaspecial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/08/11/ummat-kebingungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca4ea9df7a608260b0646462dc5b2f16?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Unaiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manhaj Shahih dan Penyelewengan Aqidah</title>
		<link>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/08/11/manhaj-shahih-dan-penyelewengan-aqidah/</link>
		<comments>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/08/11/manhaj-shahih-dan-penyelewengan-aqidah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Aug 2007 05:06:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>serbaspecial</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serbaspecial.wordpress.com/2007/08/11/manhaj-shahih-dan-penyelewengan-aqidah/</guid>
		<description><![CDATA[Tidak diragukan,  Islam adalah agama yang haq dari Allah, dan sumbernya jelas berupa wahyu yang tercantum dalam  Al-Quran dan As-Sunnah. Untuk mengetahui bagaimana sebenarnya pemahaman Islam yang benar, maka perlu diketahui kaidah-kaidah pokok tentang pengambilan sumber Islam dan cara menggunakan atau mencari dalil yang benar. Berikut ini penjelasan singkat tentang kaidah-kaidah pokok mengenai manhaj pengambilan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serbaspecial.wordpress.com&amp;blog=801414&amp;post=87&amp;subd=serbaspecial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">Tidak diragukan,  Islam adalah agama yang haq dari Allah, dan  sumbernya jelas berupa wahyu yang tercantum dalam  Al-Quran dan As-Sunnah. Untuk  mengetahui bagaimana sebenarnya pemahaman Islam yang benar, maka perlu diketahui  kaidah-kaidah pokok tentang pengambilan sumber Islam dan cara menggunakan atau  mencari dalil yang benar. </font><span id="more-87"></span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">Berikut ini penjelasan singkat tentang kaidah-kaidah pokok  mengenai manhaj pengambilan sumber aqidah Islam dan pengambilan dalil menurut Dr  Nashir Abdul Karim Al-Aql.</font></p>
<p class="MsoList" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">1.  Sumber aqidah adalah Kitab Allah (Al-Qur’anul Karim),  Sunnah Rasul-Nya saw yang shahih, dan ijma’ salafus shalih (kesepakatan generasi  terdahulu yang baik).</font></p>
<p class="MsoList" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">2.  Setiap Sunnah Rasul saw yang shahih wajib diterima,  walaupun sifatnya hadits ahad (setiap jenjang, periwayatnya tidak mencapai  jumlah mutawatir, sekalipun 3 orang lebih. Kalau hadits mutawatir setiap jenjang  diriwayatkan oleh banyak orang).</font></p>
<p class="MsoList" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">3.  Yang menjadi rujukan dalam memahami Al-Quran dan As-Sunnah  adalah nash-nash penjelas (teks ayat ataupun hadits yang menjelaskan  maksud-maksud ayat atau hadits). Rujukan lainnya adalah pemahaman salafus  shalih, dan pemahaman imam-imam  yang berjalan di atas manhaj (jalan) salafus  shalih. Dan apa yang telah ditetapkan dari Al-Quran dan As-Sunnah tidak  dipertentangkan dengan pengertian (lain) yang semata-mata  kemungkinan-kemungkianan dari segi bahasa.</font></p>
<p class="MsoList" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">4.  Dasar-dasar agama semuanya telah dijelaskan oleh Nabi saw,  maka tidak ada hak bagi seorang pun untuk mengadakan sesuatu yang baru dengan  anggapan bahwa itu termasuk dalam agama.</font></p>
<p class="MsoList" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">5.  Pasrah kepada Allah dan kepada Rasul-Nya saw (dalam hal  penetapan Islam ini) secara lahir maupun batin. Maka tidak ada hak untuk  mempertentangkan satu hal pun dari Al-Quran ataupun dari As-Sunnah  yang shahih  (baik mempertentangkannya itu)  dengan qiyas, ataupun dengan perasaan,  <em>kasyf</em> (klaim tersingkapnya hijab/ tabir hingga melihat yang batin/  ghaib), ucapan syaikh, pendapat imam dan sebagainya.</font></p>
<p class="MsoList" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">6.  Akal yang obyektif dan benar akan sesuai dengan<em> naql  </em>(ayat ataupun hadits) yang shahih. Keduanya tidak akan bertentangan  selamanya. Dan ketika terjadi kebimbangan yang bertentangan maka didahulukanlah  <em>naql</em> (ayat ataupun hadits).</font></p>
<p class="MsoList" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">7.  Wajib memegangi lafal-lafal syar’i dalam aqidah, dan  menjauhi lafal-lafal bid’ah (bikinan baru). Sedangkan lafal-lafal yang  <em>mujmal</em> (garis besar/ global) yang mengandung kemungkinan benar dan salah  maka ditafsirkan dari makna (lafal)nya, lantas hal yang keadaannya benar maka  ditetapkanlah dengan lafal kebenarannya yang syar’i, sedang hal yang batil maka  ditolak.</font></p>
<p class="MsoList" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">8.  <em>Al-’Ishmah</em> (keterpeliharaan dari kesalahan) itu  tetap bagi Rasul saw, sedang ummat ini terjaga tidak akan bersepakat atas  kesesatan. Adapun orang perorangnya maka tidak ada <em>‘ishmah</em>  (keterpeliharaan dari kesalahan) bagi seseorang pun dari ummat Islam ini. Sedang  hal-hal yang ada perselisihan di kalangan para imam dan lainnya maka tempat  kembalinya adalah kepada Al-Quran dan As-Sunnah; kemudian mujtahid ummat  yang  bersalah agar meminta ampun.</font></p>
<p class="MsoList" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">9.  Di kalangan ummat ada <em>muhaddatsun</em> (orang-orang yang  mendapatkan bisikan ghaib), <em>mulahhamun (</em>orang-orang yang mendapatkan  ilham), dan mimpi yang benar itu adalah haq/ benar; dan itu adalah sebagian dari  <em>nubuwwah</em> (kenabian), dan firasat yang benar itu adalah haq/ benar. Ini  semua adalah<em> karomah</em> (kemuliaan) dan <em>mubassyaroot (</em>khabar-khabar  gembira) &#8211;dengan syarat hal itu sesuai dengan syara’—dan itu semua bukanlah  merupakan sumber bagi aqidah dan bukan pula sumber bagi syari’at.</font></p>
<p class="MsoList" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">10.       Bertengkar dalam agama itu tercela, tetapi  berbantahan (<em>mujadalah</em>) dengan baik itu <em>masyru’ah </em>(disyari’atkan).  Dalam hal yang jelas dilarang menceburkan diri dalam pembicaraan panjang  tentangnya, maka wajib mengikuti larangan itu. Dan wajib mencegah diri dari  menceburkan diri untuk berbicara mengenai hal yang memang tidak ada ilmu bagi  seorang muslim (misalanya tentang ruh yang ditegaskan bahwa itu termasuk urusan  Allah SWT) maka menyerahkan hal itu kepada Allah SWT.</font></p>
<p class="MsoList" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">11.       Wajib memegangi manhaj wahyu dalam menolak sesuatu,  sebagaimana wajib pula memegangi manhaj wahyu itu dalam mempercayai dan  menetapkan sesuatu. Maka tidak boleh menolak bid’ah dengan bid’ah, dan tidak  boleh melawan <em>tafrith</em> (kelengahan, gegabah/ sembrono, sekenanya saja)  dengan <em>ghuluw </em>(berlebih-lebihan, ekstrem), tidak pula sebaliknya,  <em>ghuluw</em> dilawan dengan <em>tafrith, </em>itu tidak boleh.</font></p>
<p class="MsoList" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">12.       Setiap bikinan baru dalam agama itu bid’ah, dan  setiap bid’ah tu sesat, dan setiap kesesatan itu di neraka.</font><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-family:Arial;"><font size="2">[1]</font></span></span></span><span style="font-size:12pt;"><font face="Arial" size="2"> </font></span></p>
<h1><span style="font-family:Arial;"><font size="2">         Sumber dan penyebab  menyimpangnya aqidah</font></span></h1>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">Aqidah itu wajib dijaga kemurniannya, tidak boleh ada  penyimpangan atau penyelewengan. Karena, kalau aqidahnya menyimpang berarti  keimanannya rusak, akibatnya semua amal tidak diterima. Sebab syarat diterimanya  amal itu adalah iman, dalam arti iman yang benar, yang tidak  menyimpang.</font></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">Sumber dan penyebab menyimpangnya aqidah perlu diketahui, di  antaranya sebagai berikut.</font></p>
<p class="MsoList2" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">1.  Akal yang tidak sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah. Juga  kebodohan terhadap aqidah shahihah. Contoh akal yang tak sesuai dengan Al-Quran  dan As-Sunnah adalah akal Iblis, yaitu dengan akalnya iblis menentang Allah  SWT.</font></p>
<p class="MsoListContinue2" dir="rtl" style="text-align:justify;margin:0 28.3pt 6pt 0;"><font color="#808000" face="Arial" size="5"><span style="font-family:Traditional Arabic;">قال ما منعك ألا تسجد إذ أمرتك قال أنا  خير منه خلقتني من نار وخلقته من طين.</span></font></p>
<p class="MsoListContinue2" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial"><em><font size="2">“Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk  bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis: “Saya lebih  baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari  tanah.”</font></em><font size="2"> (QS Al-A’raaf: 12).</font></font></p>
<p class="MsoListContinue2" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">Di samping itu, kebodohan terhadap aqidah yang benar  mengakibatkan tidak bisa membedakan mana yang haq dan mana yang bathil.  Kebodohan itu disebabkan beberapa faktor di antaranya karena tidak mau  mempelajari, tidak diajari sejak kecil hingga tua, bahkan di kalangan Muslimin  belum tentu diajarkan aqidah yang benar, karena enggan, karena kurang perhatian,  dan ada pula karena desakan yang dahsyat dari pengaruh aqidah-aqidah yang  bathil. Maka para ulama, ustadz, da’i dan para orang tua hendaknya memperhatikan  ummat dan generasi Muslim agar mereka mengenal aqidah yang benar, supaya tidak  tersesat.</font></p>
<p class="MsoList2" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">2.  Mengikuti hawa nafsu. Allah SWT berfirman:</font></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Traditional Arabic;"><font face="Arial" size="4"> </font><font color="#808000" face="Arial" size="5">  ولا تطع من  &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; أمره فرطا.</font></span></p>
<p class="MsoListContinue2" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial"><em><font size="2">“Dan janganlah kamu ikuti orang yang hatinya telah  kami lalaikan dari mengingati Kami, dan menuruti hawa nafsunya, dan adalah  keadaannya itu melewati batas.” </font></em><font size="2">(QS Al-Kahfi:  28).</font><em><font size="2"> </font></em></font></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">Nabi Muhammad Saw bersabda: </font></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" dir="rtl" style="text-align:justify;margin:0 14.15pt 6pt 0;"><font color="#808000" face="Arial" size="5"><span style="font-family:Traditional Arabic;">إياكم والغلو في الدين فإنما هلك من كان  قبلكم بالغلو.</span></font></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><em>“Iyyaakum walghuluwwa fid diini fainnamaa halaka man kaana  qoblakum bilghuluwwi.”</em></font></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">Artinya:</font></p>
<p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><em><font face="Arial" size="2">“Jauhilah oleh kamu sekalian sikap ghuluw (berlebih-lebihan)  dalam agama karena sesungguhnya rusaknya orang dulu sebelum kamu itu hanyalah  karena ghuluw.</font><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-family:Arial;"><font size="2">[2]</font></span></strong></span></span></em><font face="Arial" size="2">  </font></p>
<p class="MsoList2" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">3.  Karena menirukan penyelewengan tingkah laku pemeluk   agama-agama  terdahulu. Nabi Saw bersabda: </font></p>
<p class="MsoListContinue2" dir="rtl" style="text-align:justify;margin:0 28.3pt 6pt 0;"><font face="Arial"><span style="font-family:Traditional Arabic;"><font color="#808000" size="5">لتركبن سنن من كان قبلكم شبرا بشبر وذراعا بذراع حتى لو أن أحدهم دخل جحر ضب  لدخلتم وحتى لو أن أحدهم جامع امرأته بالطريق لفعلتموه. </font></span></font></p>
<p class="MsoListContinue2" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><em>“Latarkabunna sunana man kaana qoblakum syibron bi syibrin  wadziroo’an bi dziroo’in hattaa lau anna ahadahum dakhola juhro dhobbin  ladakholtum wa hattaa lau anna ahadahum jaama’am-ro’atahuu bit-thoriiqi  lafa’altumuuhu.”</em></font></p>
<p class="MsoListContinue2" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">Artinya: </font></p>
<p class="MsoListContinue2" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">“</font><em><font face="Arial" size="2">Pasti kamu sekalian  benar-benar akan melakukan perbuatan-perbuatan orang yang telah ada sebelum  kamu, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga seandainya  salahsatu mereka masuk lobang biawak pasti kamu masuk (pula), dan sampai-sampai  seandainya salahsatu mereka menyetubuhi perempuannya di jalan pasti kamu  sekalian melakukannya (pula).</font><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-family:Arial;"><font size="2">[3]</font></span></strong></span></span></em><span style="font-size:12pt;"><font face="Arial" size="2"> Mengikuti kelakuan orang-orang  dahulu (Ahli Kitab: Yahudi dan Nasrani) dalam kasus yang dikemukakan Nabi Saw  itu tentang keburukan. Sedang mengenai hal-hal yang disyari’atkan untuk  umat-umat terdahulu pun tidak boleh dilakukan, kecuali kalau dibolehkan oleh  Nabi SAW. Karena Nabi SAW bersabda:</font></span></p>
<p class="MsoListContinue2" dir="rtl" style="text-align:justify;margin:0 28.3pt 6pt 0;"><font color="#808000" face="Arial" size="5"><span style="font-family:Traditional Arabic;">&#8220;&#8230;والله لو كان موسى حيا لما وسعه إلا  أن يتبعني.&#8221;</span></font></p>
<p class="MsoListContinue2" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><em>“&#8230;Walloohi lau kaana Muusaa hayyan lamaa wasa’ahu illaa  an yattabi’anii.”</em></font></p>
<p class="MsoListContinue2" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">Artinya:</font></p>
<p class="MsoListContinue2" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><em>“&#8230;Demi Allah, seandainya Musa hidup (sekarang ini) pasti  dia tidak ada kelonggarannya kecuali dia harus mengikutiku.”</em> </font><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-family:Arial;"><font size="2">[4]</font></span></span></span></p>
<p class="MsoList2" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">4.  Adat istiadat yang bertentangan dengan Islam, <em>ta’asshub  </em>(fanatik suku, golongan dsb), dan <em>taklid </em>buta (mengikuti tanpa tahu  dalilnya).</font></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;"><font color="#808000" face="Arial" size="5"><span style="font-family:Traditional Arabic;">   وإذا قيل لهم اتبعوا &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. ولا  يهتدون.</span></font></p>
<p class="MsoListContinue2" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial"><em><font size="2">“Dan apabila dikatakan kepada mereka, Ikutilah apa  yang telah diturunkan Allah, mereka menjawab: (Tidak), tetapi kami hanya  mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami.”  (Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak  mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat peunjuk?” </font></em><font size="2">(QS Al-Baqarah: 170).</font></font></p>
<p class="MsoListContinue2" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">   Setelah kita bicarakan  sumber-sumber pokok pengambilan dan  manhaj Islam, demikian pula kita waspadai sumber-sumber penyelewengan aqidah  Islam, mudah-mudahan kita terbebas dari segala penyelewengan. Sehingga iman dan  Islam kita benar-benar lurus sesuai tuntunan Rasulullah SAW.  Mudah-mudahan.  Amien.</font></p>
<p class="MsoListContinue2" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2"><strong>Sumber: </strong></font></p>
<p class="MsoListContinue2" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">..Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-Aql, <em>Mujmal Ushul Ahl  As-Sunnah wal Jama’ah fil ‘Aqidah</em>, Darul Wathan, Riyadh, cet I, Syawwal  1411H </font></p>
<p class="MsoListBullet" dir="ltr" style="direction:ltr;text-indent:-14.15pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">·</font><span style="font-weight:normal;font-style:normal;font-family:Arial;font-variant:normal;"><font size="2">      </font></span><font face="Arial"><em><font size="2">Mendudukkan  Tasawuf</font></em><font size="2">, Darul Falah Jakarta, Ramadhan 1420H/ Desember  1999.</font></font></p>
<p class="MsoListBullet" dir="ltr" style="direction:ltr;text-indent:-14.15pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial" size="2">·</font><span style="font-weight:normal;font-style:normal;font-family:Arial;font-variant:normal;"><font size="2">      </font></span><font face="Arial" size="2">Dr Shaleh bin Fauzan bin  Abdullah Al-Fauzan, <em>Kitab Tauhid I</em>, Darul Haq Jakarta, cetakan I, Rajab  420H.<br />
</font></p>
<hr size="1" />
<p><p class="MsoList" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial"><span class="MsoFootnoteReference"><span dir="ltr"><span dir="rtl"><font size="2">[1]</font></span></span></span><span dir="rtl" style="font-family:Traditional Arabic;"><font size="2"> </font></span><font size="2">(Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-Aql, <em>Mujmal Ushul Ahl As-Sunnah wal  Jama’ah fil ‘Aqidah,</em> Darul Wathan, Riyadh, cet I, Syawwal 1411H, hal 7-9).  </font></font></p>
<p><p class="MsoFootnoteText" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:left;"><font face="Arial"><span class="MsoFootnoteReference"><span dir="ltr"><span dir="rtl"><font size="2">[2]</font></span></span></span><span dir="rtl" style="font-family:Traditional Arabic;"><font size="2"> </font></span><font size="2">(HR Ahmad, An-Nasaa’i, Ibnu Majah, dan Al-Hakim, dari Ibnu Abbas,  berderajat Shahih).</font></font></p>
<p><p class="MsoListContinue2" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial"><span class="MsoFootnoteReference"><span dir="ltr"><span dir="rtl"><font size="2">[3]</font></span></span></span><span dir="rtl" style="font-family:Traditional Arabic;"><font size="2"> </font></span><font size="2">(HR Al-Hakim dari Ibnu Abbas, berderajat shahih menurut As-Suyuthi dalam  Al-Jami’ as-Shaghir).</font></font></p>
<p><p class="MsoListContinue2" dir="ltr" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;"><font face="Arial"><span class="MsoFootnoteReference"><span dir="ltr"><span dir="rtl"><font size="2">[4]</font></span></span></span><span dir="rtl" style="font-family:Traditional Arabic;"><font size="2"> </font></span><font size="2">(Diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnadnya, dan Al-Baihaqi dalam Syu’bul  Iman, dan Ad-Darimi dengan lebih sempurna, berderajat Hasan, karena punya banyak  jalan menurut Al-Lalkai dan Al-Harawi dan lainnya). </font></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/serbaspecial.wordpress.com/87/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/serbaspecial.wordpress.com/87/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/serbaspecial.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/serbaspecial.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/serbaspecial.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/serbaspecial.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/serbaspecial.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/serbaspecial.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/serbaspecial.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/serbaspecial.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/serbaspecial.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/serbaspecial.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/serbaspecial.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/serbaspecial.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/serbaspecial.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/serbaspecial.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serbaspecial.wordpress.com&amp;blog=801414&amp;post=87&amp;subd=serbaspecial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/08/11/manhaj-shahih-dan-penyelewengan-aqidah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca4ea9df7a608260b0646462dc5b2f16?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Unaiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syarat-Syarat Jual Beli Dan Hukumnya</title>
		<link>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/28/syarat-syarat-jual-beli-dan-hukumnya/</link>
		<comments>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/28/syarat-syarat-jual-beli-dan-hukumnya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jun 2007 05:31:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>serbaspecial</dc:creator>
				<category><![CDATA[4 Mazhab]]></category>
		<category><![CDATA[Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Fiqh]]></category>
		<category><![CDATA[Dasar Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[Fikih Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fikih Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqh]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqh Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqh Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqh Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[FiqhIslam]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Mazhab]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Fiqh]]></category>
		<category><![CDATA[Mazhab]]></category>
		<category><![CDATA[Mazhab Hambali]]></category>
		<category><![CDATA[Mazhab Hanafi]]></category>
		<category><![CDATA[Mazhab Maliki]]></category>
		<category><![CDATA[Mazhab Syafei]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/28/syarat-syarat-jual-beli-dan-hukumnya/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serbaspecial.wordpress.com&amp;blog=801414&amp;post=85&amp;subd=serbaspecial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serbaspecial.wordpress.com&amp;blog=801414&amp;post=85&amp;subd=serbaspecial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/28/syarat-syarat-jual-beli-dan-hukumnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca4ea9df7a608260b0646462dc5b2f16?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Unaiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memakan Daging Katak dan Ular</title>
		<link>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/memakan-daging-katak-dan-ular/</link>
		<comments>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/memakan-daging-katak-dan-ular/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2007 17:06:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>serbaspecial</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa-Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Himbauan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama-Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/memakan-daging-katak-dan-ular/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Bolehkah makan daging Katak? Atau menyantap daging Ular? Walaupun mungkin terasa lezat dilidah, jangan lantas menyantapnya. Teliti dulu, boleh atau tidak dikonsumsi!. Dalam Islam, ada binatang yang diperintahkan dan dilarang dibunuh. Dan perintah itu berhubungan dengan kebolehan menyantap dagingnya. Yang Dilarang dan Diperintahkan Dibunuh Ada beberapa jenis binatang yang dilarang dalam Islam untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serbaspecial.wordpress.com&amp;blog=801414&amp;post=52&amp;subd=serbaspecial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span class="datasimp"><span class="datasimp"><a href="http://www.mediamuslim.info/" target="_blank">MediaMuslim.Info</a> &#8211; </span></span>Bolehkah makan daging Katak? Atau menyantap daging Ular? Walaupun mungkin terasa lezat dilidah, jangan lantas menyantapnya. Teliti dulu, boleh atau tidak dikonsumsi!. Dalam Islam, ada binatang yang diperintahkan dan dilarang dibunuh. Dan perintah itu berhubungan dengan kebolehan menyantap dagingnya.<span id="more-52"></span></p>
<p align="justify"><strong>Yang Dilarang dan Diperintahkan Dibunuh</strong><br />
Ada beberapa jenis binatang yang dilarang dalam Islam untuk dibunuh, seperti semut, lebah, burung Pelatuk (Hud-Hud), burung Shurad dan Katak. Sebagaimana dalam hadits dari Ibnu Abbas beliau berkata, yang artinya: <em>&#8220;Sesungguhnya Nabi melarang membunuh empat hewan yaitu semut, lebah, burung Hud-Hud dan burung Shurad</em>&#8220;<em> </em>(HR:  Ahmad dengan sanad yang shahih)</p>
<p>Dan Dari Abdurrahman bin Utsman bahwasanya seorang tabib bertanya kepada Nabi tentang katak yang dijadikan obat, lalu beliau melarang membunuhnya.<em> </em>(HR: Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah)</p>
<p>Demikian juga ada beberapa hewan yang diperintahkan dibunuh seperti Tikus, Ular, Kala jengking, Srigala, Rajawali, Gagak dan Cicak, sebagaimana ada dalam hadits, yang artinya: <em>&#8220;Dari A’isyah beliau berkata, Rasululloh bersabda; Lima dari binatang semuanya jelek dan merusak dibunuh di luar tanah haram (tanah suci) dan di tanah suci, yaitu Gagak, Rajawali ,Kalajengking, Tikus, dan Srigala&#8221; </em>(Muttafaqun ‘Alaihi)</p>
<p>Sesungguhnya nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, yang artinya: <em>&#8220;Lima binatang jelek dan merusak, boleh dibunuh diluar tanah haram (tanah suci) dan di tanah suci, yaitu Ular, Gagak yang ada warna putih di perut atau punggung, Tikus, Srigala, dan Rajawali&#8221; </em>(HR: Muslim)</p>
<p>Dari Ummu Syariek bahwa Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam </em>memerintahkan membunuh Cicak. (HR: Al-Bukhari)</p>
<p>Dari A’isyah beliau berkata:<em> &#8220;Sesungguhnya Rasululloh menceritakan kepada kami bahwa Nabi Ibrahim ketika dilemparkan kedalam api, tidak ada seekor hewan pun kecuali memadamkan api dari beliau kecuali Cicak. Reptil ini malah meniupkan api kepada beliau, sehingga Rasulullah memerintahkan untuk membunuhnya&#8221;</em> (HR: Ahmad dan An-Nasa’i)</p>
<p><strong>Hukum Makan Dagingnya<br />
</strong>Para ulama berbeda pendapat tentang hukum memakan hewan-hewan tersebut yang terbagi dalam 2 pendapat, yaitu:</p>
<p><strong>Pertama: </strong>Larangan dan perintah membunuh tersebut menunjukkan larangan memakannya.<br />
Karena dengan perintah membunuhnya-padahal beliau melarang membunuh hewan yang halal tanpa tujuan untuk dimakan-menunjukkan pengharamannya. Dapat difahami bahwa semua yang diperbolehkan membunuhnya tanpa sembelihan syar’i adalah diharamkan mengonsumsinya, sebab bila diperbolehkan, tentulah Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam </em>tidak membolehkan membunuhnya. Berdasarkan hal ini, diharamkan memakan seluruh hewan yang ada perintah atau larangan membunuhnya. Imam Al-Khathabi ketika menjelaskan keharaman membunuh Katak (Kodok) menyatakan: &#8220;Dalam hadits ini ada penunjukkan pengharaman makan Katak dan ia tidak masuk dalam binatang air yang dihalalkan. Semua hewan yang tidak boleh dibunuh, alasannya karena salah satu dari dua hal yaitu kesucian pada dirinya, seperti Manusia. Yang kedua karena pengharaman dagingnya seperti burung Hud-Hud, Shurad, dan sejenisnya. Apabila Katak tidak diharamkan dengan alasan pertama, maka tentu larangan itu kembali ke sebab yang lain. Rasulullah melarang menyembelih hewan kecuali untuk dimakan&#8221;. (lihat kitab Aunul Ma’bud Syarah Sunan Abu Daud).</p>
<p>Di antara ulama sekarang yang menguatkankan pendapat ini adalah Syeikh Abdullah bin Abdurahman Ali Basam dalam kitab <em>Taudhih Al-Ahkaam Syarah Bulugh Al-Maraam</em>, beliau menyatakan: &#8220;Diantara ketentuan dan kaidah mengenal hewan dan burung yang haram dimakan dagingnya adalah perintah syariat untuk membunuhnya.&#8221;</p>
<p><strong>Kedua: </strong>Perintah membunuh hewan atau larangan membunuhnya tidak mesti menunjukkan pengharamannya.<br />
Kemungkinan Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam </em>melarangnya karena hewan itu menyerang dan mengganggu manusia. Sebaliknya, beliau melarang membunuhnya karena hewan tersebut tidak mengganggu manusia. Di antara ulama yang menguatkan pendapat ini adalah Syeikh Shalih Al-Fauzan. Beliau menyatakan: &#8220;Yang kuat menurut saya adalah pendapat ini, karena pada asalnya penghalalan dan pengharaman hanya ada apabila ada dalil yang memindahkan dari hukum asal. Oleh sebab itu, yang tidak ada dalil shahih (yang memindahkan hukum tersebut), hukumnya adalah kehalalan jenis hewan ini (boleh dimakan). Sedangkan pendalilan tentang keharaman jenis hewan karena perintah membunuhnya, tidak menunjukkan pengharaman. <em>Wallahu A’lam.&#8221;</em></p>
<p>Namun perlu diketahui bahwa di antara hewan-hewan yang disebutkan tadi, ada yang dilarang dengan sebab lain. Seperti binatang buas bertaring dan burung berkuku mencengkram seperti Srigala, Rajawali, Gagak, sehinga tidak dijadikan alasan penghalalannya. Demikianlah pendapat para ulama sekitar permasalahan ini, mudah-mudahan dapat menambah wawasan dan ilmu kita.</p>
<p>(Sumber Rujukan: kitab Aunul Ma’bud Syarah Sunan Abu Daud, Info Halal, Mukhtasar Sahih Muslim, Taudhih Al-Ahkaam Syarah Bulugh Al-Maraam)<br />
ID Pengirim <strong>Abu Abbas </strong>melalui email</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/serbaspecial.wordpress.com/52/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/serbaspecial.wordpress.com/52/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/serbaspecial.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/serbaspecial.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/serbaspecial.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/serbaspecial.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/serbaspecial.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/serbaspecial.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/serbaspecial.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/serbaspecial.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/serbaspecial.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/serbaspecial.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/serbaspecial.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/serbaspecial.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/serbaspecial.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/serbaspecial.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serbaspecial.wordpress.com&amp;blog=801414&amp;post=52&amp;subd=serbaspecial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/memakan-daging-katak-dan-ular/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca4ea9df7a608260b0646462dc5b2f16?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Unaiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mushhaf al-Qur&#8217;an Yang Sudah Rusak</title>
		<link>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/mushhaf-al-quran-yang-sudah-rusak/</link>
		<comments>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/mushhaf-al-quran-yang-sudah-rusak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2007 16:13:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>serbaspecial</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa-Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Himbauan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama-Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/mushhaf-al-quran-yang-sudah-rusak/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Apabila lembaran-lembaran tulisan al-Qur&#8217;an sudah rusak dan sobek karena sering dibaca, atau sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi atau ada tulisan yang salah dan tidak dapat diperbaiki, maka boleh dipendam tanpa dibakar dan boleh juga dibakar terlebih dahulu kemudian dipendam ditempat yang jauh dari kotoran dan pijakan kaki manusia untuk menjaga lembaran tulisan al-Qur&#8217;an [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serbaspecial.wordpress.com&amp;blog=801414&amp;post=51&amp;subd=serbaspecial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span class="datasimp"><span class="datasimp"><a href="http://www.mediamuslim.info/" target="_blank">MediaMuslim.Info</a> &#8211; </span></span>Apabila lembaran-lembaran tulisan al-Qur&#8217;an sudah rusak dan sobek karena sering dibaca, atau sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi atau ada tulisan yang salah dan tidak dapat diperbaiki, maka boleh dipendam tanpa dibakar dan boleh juga dibakar terlebih dahulu kemudian dipendam ditempat yang jauh dari kotoran dan pijakan kaki manusia untuk menjaga lembaran tulisan al-Qur&#8217;an tersebut dari pembuangan begitu saja dan agar tidak terjadi perubahan atau perselisihan dengan tersebarnya mushhaf yang ada kesalahan dalam penulisannya atau pencetakkannya.<span id="more-51"></span></p>
<p align="justify">Berdasarkan apa yang diriwayatkan Imam Bukhari dalam bab Pengumpulkan al-Qur&#8217;an bahwa Utsman bin Affan <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em> memerintahkan empat orang dari para shahabat yang terbaik hapalan dan bacaan al-Qur&#8217;an-nya memindahkan kumpulan-kumpulan al-Qur&#8217;an yang dikumpulkan berdasarkan perintah Abu Bakar <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em> dan ketika mereka telah selesai memindahkannya, Utsman mengirimkan mushhaf tersebut keseluruh kota-kota Islam dan memerintahkan untuk membakar mushhaf-mushhaf selain mushhaf yang dikirim olehnya dan tidak ada dari para shahabat yang mengingkari pembakaran tersebut kecuali apa yang diriwayatkan bahwa Ibnu Mas&#8217;ud <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em>  tidak menyetujui mewajibkan kaum muslimin untuk hanya menggunakan mushhaf yang dikirim oleh Utsman <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em> dan dia tidak mengingkari pembakaran mushhaf.</p>
<p>(Sumber Rujukan: Fatwa Lajnah Daimah, Jilid IV hal. 100.)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/serbaspecial.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/serbaspecial.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/serbaspecial.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/serbaspecial.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/serbaspecial.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/serbaspecial.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/serbaspecial.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/serbaspecial.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/serbaspecial.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/serbaspecial.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/serbaspecial.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/serbaspecial.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/serbaspecial.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/serbaspecial.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/serbaspecial.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/serbaspecial.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serbaspecial.wordpress.com&amp;blog=801414&amp;post=51&amp;subd=serbaspecial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/mushhaf-al-quran-yang-sudah-rusak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca4ea9df7a608260b0646462dc5b2f16?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Unaiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Zakat Perhiasan</title>
		<link>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/hukum-zakat-perhiasan/</link>
		<comments>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/hukum-zakat-perhiasan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2007 13:16:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>serbaspecial</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa-Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Himbauan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama-Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/hukum-zakat-perhiasan/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Apa hukum Islam tentang perhiasan, apakah wajib dizakati ? Ataukah untuk kehati-hatian lebih baik menzakatinya? Mengenai masalah ini adalah masalah khilafiyah, yakni ada perbedaan di antara ulama antara ada atau tidaknya kewajiban dalam hal ini. Namun hendaknya pembaca MediaMuslim.Info menyimak sampai tuntas tentang perkara ini agar memberikan informasi atau petunjuk yang lebih kuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serbaspecial.wordpress.com&amp;blog=801414&amp;post=50&amp;subd=serbaspecial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://www.mediamuslim.info/">MediaMuslim.Info</a> &#8211; Apa hukum Islam tentang perhiasan, apakah wajib dizakati ? Ataukah untuk kehati-hatian lebih baik menzakatinya? Mengenai masalah ini adalah masalah khilafiyah, yakni ada perbedaan di antara ulama antara ada atau tidaknya kewajiban dalam hal ini. Namun hendaknya pembaca MediaMuslim.Info menyimak sampai tuntas tentang perkara ini agar memberikan informasi atau petunjuk yang lebih kuat bagi kita semua.<span id="more-50"></span></p>
<p align="justify">Sebagian ulama mengatakan tidak ada kewajiban zakat pada perhiasan wanita yang diproyeksikan untuk digunakan, karena perhiasan itu termasuk dalam kategori pakaian yang dibutuhkan dan termasuk kebutuhan untuk dipakai, maka tidak ada zakat pada perhiasan wanita. Para ulama yang berpendapat seperti ini adalah: Imam Ahmad, Imam Asy-Syafi&#8217;i, Imam Malik, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Ibnu Al-Qayyim serta banyak ulama lainnya.</p>
<p>Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa diwajibkan zakat pada perhiasan wanita berdasarkan dalil-dalil yang mereka sebutkan dalam masalah ini, diantaranya adalah Madzhab Abu Hanifah serta beberapa ulama lainnya.</p>
<p><strong>Yang jelas, barangsiapa yang ingin berhati-hati dan ingin berzakat dari perhiasannya maka hal itu adalah sesuatu yang baik.</strong> Dan mereka yang mengatakan, bahwa tidak ada zakat pada perhiasan wanita, mereka berdalih dengan hadits-hadits yang diperdebatkan.</p>
<p>(Sumber: Al-Fatawa Al-Jami&#8217;ah Lil Mar&#8217;atil Muslimah)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/serbaspecial.wordpress.com/50/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/serbaspecial.wordpress.com/50/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/serbaspecial.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/serbaspecial.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/serbaspecial.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/serbaspecial.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/serbaspecial.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/serbaspecial.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/serbaspecial.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/serbaspecial.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/serbaspecial.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/serbaspecial.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/serbaspecial.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/serbaspecial.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/serbaspecial.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/serbaspecial.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serbaspecial.wordpress.com&amp;blog=801414&amp;post=50&amp;subd=serbaspecial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/hukum-zakat-perhiasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca4ea9df7a608260b0646462dc5b2f16?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Unaiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah Nabi Khidir &#8216;Alaihissalam Masih Hidup?</title>
		<link>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/apakah-nabi-khidir-alaihissalam-masih-hidup/</link>
		<comments>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/apakah-nabi-khidir-alaihissalam-masih-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2007 09:44:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>serbaspecial</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa-Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Himbauan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama-Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/apakah-nabi-khidir-alaihissalam-masih-hidup/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Masih terdapat sebagian orang yang berkeyakinan bahwa Nabi Khidir sahib Nabi Musa &#8216;alaihimassalam masih hidup dan mendapatkan rezeki sampai sekarang, dan bahwa dia selalu mengelilingi dunia, dan bahwa dia dapat merubah bentuk dengan bentuk-bentuk yang bermacam-macam, dan mereka berkeyakinan bahwa dia tidak mempunyai bayangan dan dia bersama Nabi Ilyas &#8216;alaihissalam. Orang awam berkeyakinan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serbaspecial.wordpress.com&amp;blog=801414&amp;post=49&amp;subd=serbaspecial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span class="datasimp"><span class="datasimp"><a href="http://www.mediamuslim.info/" target="_blank">MediaMuslim.Info</a> &#8211; </span></span>Masih terdapat sebagian orang yang berkeyakinan bahwa Nabi Khidir sahib Nabi Musa <em>&#8216;alaihimassalam</em> masih hidup dan mendapatkan rezeki sampai sekarang, dan bahwa dia selalu mengelilingi dunia, dan bahwa dia dapat merubah bentuk dengan bentuk-bentuk yang bermacam-macam, dan mereka berkeyakinan bahwa dia tidak mempunyai bayangan dan dia bersama Nabi Ilyas <em>&#8216;alaihissalam.</em><span id="more-49"></span></p>
<p align="justify">Orang awam berkeyakinan bahwa jika Nabi Khidir mengunjungi mereka dan mendo&#8217;akan mereka, maka mereka akan segera menjadi kaya dalam sekejap mata jika tadinya miskin, dan jika dia marah kepada mereka, maka mereka akan menjadi miskin jika mereka kaya, dan sakit jika mereka sehat, dan mereka berkeyakinan bahwa Nabi Khidir datang dalam rupa peminta-minta dan rupa orang sakit  yang mengalir nanah dari badannya, dan jika shahibul bait yang didatangi itu mengusirnya, maka ini adalah petunjuk bahwa atas kesengsaraan dan kenahasan mereka, dan apabila mereka menerimanya dengan lapang dada dan mengobatinya, maka dia akan tersembunyi tanpa menghilangkan bekas, dan ini adalah petunjuk atas kebahagiaan mereka.</p>
<p><strong><em>Apakah Nabi Khidir yang hidup di zaman Nabi Musa &#8216;alaihimassalam masih hidup dan mendapatkan rezeki sampai sekarang?</p>
<p></em></strong>Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita simak penjelasan yang merupakan fatwa dari para ulama yang sholeh berikut ini.</p>
<p>Segala puji bagi Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>dan shalawat serta salam atas Rasul-Nya <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>, keluarga dan para sahabatnya.</p>
<p>Khidir adalah seorang nabi dari nabi-nabi Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, dan pendapat yang benar adalah bahwa Nabi Khidir <em>&#8216;alaihissalam </em><strong>telah mati</strong> sebagaimana manusia lainnya, maka dia tidak dapat mengelilingi dunia, dan dia tidak berubah-rubah bentuk dan rupa, dan dia bukanlah sebab kaya atau miskinnya seseorang, dan telah dikeluarkan fatwa sebagai berikut; yang benar dari dua pendapat ulama adalah  pendapat Jumhur yang mengatakan bahwa Nabi Khidir<em> &#8216;alaihissalam</em> telah meninggal berdasarkan firman Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, yang artinya: <em>&#8220;Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad)&#8221;</em> (QS: Al Anbiyaa&#8217;: 34)</p>
<p>Dan berdasarkan hadits yang shahih dari Ibnu Umar dari Nabi <em>Shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em>, Ibnu Umar berkata Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> shalat isya&#8217; mengimami kami pada suatu malam pada akhir hayatnya dan ketika selesai shalat beliau<em> shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> berdiri dan berkata, yang artinya:<em> &#8220;Terangkanlah kepadaku malam kalian ini, sesungguhnya di akhir 100 tahun ini tidak ada orang-orang yang hidup saat ini yang masih hidup (pada akhir seratus tahun itu)&#8221;</em>. Ibnu Umar berkata; maka para sahabat salah pada apa yang mereka bicarakan tentang perkataan Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> 100 tahun, maka Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> bersabda, yang artinya: <em>&#8220;Tidak akan hidup orang yang hidup di muka bumi sekarang (maksudnya adalah setelah habisnya abad ini)&#8221;</em> (HR: Muslim)</p>
<p>Kemudian asal yang sering terjadi dalam sunatullah adalah anak adam pasti akan mati, maka kita harus mengikuti asal tersebut sehingga kita mendapatkan dalil yang merubahnya dan tidak shahih keberadaan dalil yang menunjukkan pengecualian terhadap Nabi Khidir <em>&#8216;alaihissalam</em>.</p>
<p>(Sumber Rujukan: Fatwa Lajnah Daimah, Ketua Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Wakil ketua Syaikh Abdur Razzaq Afifi, Anggota Syaikh Abdullah bin Ghadyan dan Syaikh Abdullah bin Qo&#8217;ud.jilid III hal. 210)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/serbaspecial.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/serbaspecial.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/serbaspecial.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/serbaspecial.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/serbaspecial.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/serbaspecial.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/serbaspecial.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/serbaspecial.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/serbaspecial.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/serbaspecial.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/serbaspecial.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/serbaspecial.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/serbaspecial.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/serbaspecial.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/serbaspecial.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/serbaspecial.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serbaspecial.wordpress.com&amp;blog=801414&amp;post=49&amp;subd=serbaspecial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/apakah-nabi-khidir-alaihissalam-masih-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca4ea9df7a608260b0646462dc5b2f16?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Unaiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Mengolok-olok Orang Yang Teguh Dalam Syariat Islam</title>
		<link>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/hukum-mengolok-olok-orang-yang-teguh-dalam-syariat-islam/</link>
		<comments>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/hukum-mengolok-olok-orang-yang-teguh-dalam-syariat-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2007 08:41:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>serbaspecial</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa-Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Himbauan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama-Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/hukum-mengolok-olok-orang-yang-teguh-dalam-syariat-islam/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Mengolok-olok orang-orang yang berpegang teguh dengan perintah Alloh Subhanahu wa Ta&#8217;ala dan Rasul-Nya disebabkan karena mereka itu berpegang teguh (konsisten) dengan perintah itu, hukumnya haram, dan berbahaya sekali terhadap dirinya. Karena dikhawatirkan kebenciannya terhadap mereka itu disebabkan kebenciannya terhadap kondisi mereka yang berpegang teguh dengan ajaran agama Alloh Subhanahu wa Ta&#8217;ala, di saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serbaspecial.wordpress.com&amp;blog=801414&amp;post=48&amp;subd=serbaspecial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span class="datasimp"><a href="http://www.mediamuslim.info/" target="_blank">MediaMuslim.Info</a> &#8211; </span>Mengolok-olok orang-orang yang berpegang teguh dengan perintah Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>dan Rasul-Nya disebabkan karena mereka itu berpegang teguh (konsisten) dengan perintah itu, hukumnya haram, dan berbahaya sekali terhadap dirinya. Karena dikhawatirkan kebenciannya terhadap mereka itu disebabkan kebenciannya terhadap kondisi mereka yang berpegang teguh dengan ajaran agama Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>, di saat itu, pengolok-olokannya terhadap mereka menjadi pengolok-olokan terhadap jalan yang mereka tempuh (ajaran yang mereka pegang).<span id="more-48"></span></p>
<p align="justify">Mereka menyerupai orang yang telah dikatakan Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>tentang mereka, yang artinya: <em>&#8220;Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: &#8220;Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja&#8221;. Katakanlah: &#8220;Apakah dengan Alloh Subhanahu wa Ta&#8217;ala, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?&#8221; Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman&#8221;.</em> (QS: At-Taubah: 65-66).</p>
<p>Sesungguhnya ayat ini turun kepada satu kaum dari orang-orang munafik yang mereka berkata: &#8220;Kami tidak melihat mereka ini seperti qari (pembaca-pembaca) kami -yang mereka maksudkan adalah Rasululloh <em>shallAllohu `alaihi wa sallam</em> dan para sahabatnya- yang lebih suka makan, yang lebih pendusta lidahnya, dan yang lebih penakut dihadapan musuh. Lalu Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>menurunkan ayat ini terhadap diri mereka. Berhati-hatilah orang yang mengolok-olok penegak kebenaran, dikarenakan mereka itu dari penegak agama. Sesungguhnya Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>telah berfirman, yang artinya: <em>&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman lewat di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila orang-orang berdosa kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: &#8220;Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat&#8221;. Padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin. Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir. Mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.&#8221;</em> (QS: Al-Muthaffifiin : 29-36).</p>
<p>(Sumber Rujukan: Asilah Muhimmah, Fatawa Syeikh Ibnu Utsaimin)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/serbaspecial.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/serbaspecial.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/serbaspecial.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/serbaspecial.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/serbaspecial.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/serbaspecial.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/serbaspecial.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/serbaspecial.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/serbaspecial.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/serbaspecial.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/serbaspecial.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/serbaspecial.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/serbaspecial.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/serbaspecial.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/serbaspecial.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/serbaspecial.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serbaspecial.wordpress.com&amp;blog=801414&amp;post=48&amp;subd=serbaspecial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/hukum-mengolok-olok-orang-yang-teguh-dalam-syariat-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca4ea9df7a608260b0646462dc5b2f16?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Unaiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melafadzkan Niat?</title>
		<link>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/melafadzkan-niat/</link>
		<comments>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/melafadzkan-niat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2007 08:08:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>serbaspecial</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa-Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Himbauan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama-Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/melafadzkan-niat/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Umumnya masyarakat kita masih memiliki pemahaman yang tidak tepat mengenai BERNIAT dalam setiap ibadah dalam syariat Islam ini. Selalu saja setiap akan melaksanakan sholat membaca niatnya dengan bacaan-bacaan khusus yang tidak pernah ditemukan lafaz-lafaz tersebut dalam Al Qur&#8217;an dan As Sunnah. Fenomena ini mungkin karena kurangnya keinginan untuk mencari Ilmu atau kurangnya pemahaman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serbaspecial.wordpress.com&amp;blog=801414&amp;post=47&amp;subd=serbaspecial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://www.mediamuslim.info/">MediaMuslim.Info</a> &#8211; Umumnya masyarakat kita masih memiliki pemahaman yang tidak tepat mengenai BERNIAT dalam setiap ibadah dalam syariat Islam ini. Selalu saja setiap akan melaksanakan sholat membaca niatnya dengan bacaan-bacaan khusus yang tidak pernah ditemukan lafaz-lafaz tersebut dalam Al Qur&#8217;an dan As Sunnah. Fenomena ini mungkin karena kurangnya keinginan untuk mencari Ilmu atau kurangnya pemahaman bahwa dalam agama ini sebelum beramal atau beribadah haruslah dilandasi Ilmu yang shohih terlebih dahulu, karena itu mari kita simak fatwa berikut ini.<span id="more-47"></span></p>
<p align="justify">Ibnul Qayyim Al Jauziyah rahimahulloh menasehati bahwa: Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bila berdiri untuk shalat, beliau langsung mengucapkan takbiratul ihram dan <em><strong>tidak mengucapkan apapun sebelumnya, juga tidak melafadzkan niat sama sekali.</strong></em> <em><strong>Beliau juga tidak mengatakan: “Usholli lillahi sholata kadza mustaqbilal qiblati arba’a roka’aat imaaman aw ma’muuman.”</strong></em> (Aku tunaikan untuk Allah shalat ini dengan menghadap kiblat empat rakaat sebagai imam atau makmum.</p>
<p>Demikian pula ucapan “adaa’an” atau “qodho’an” ataupun “fardhal waqti”. <strong>Melafadzkan niat ini termasuk perbuatan yang diada-adakan dalam agama (bid’ah).</strong> Tidak ada seorang pun yang menukilkan hal tersebut dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> baik dengan sanad yang shahih, dha’if, musnad (bersambung sanadnya) ataupun mursal (terputus sanadnya). Bahkan tidak ada nukilan dari para sahabat. Begitu pula tidak ada salah seorang pun dari kalangan tabi’in maupun imam yang empat yang menganggap baik hal ini.</p>
<p>Hanya saja sebagian <em>muta`akhirin</em> (orang-orang sekarang) <em><strong>keliru dalam memahami ucapan Imam Syafi’i</strong></em> &#8211; semoga Alloh merahmatinya &#8211; tentang shalat. Beliau mengatakan: “Shalat itu tidak seperti zakat. Tidak boleh seorang pun memasuki shalat ini kecuali dengan dzikir.”<strong> Mereka menyangka bahwa dzikir yang dimaksud adalah ucapan niat seorang yang shalot. Padahal yang dimaksudkan Imam Syafi’i &#8211; semoga Alloh merahmatinya &#8211; dengan dzikir ini tidak lain adalah takbiratul ihram. </strong></p>
<p>Bagaimana mungkin Imam Syafi’i menyukai perkara yang tidak dilakukan oleh Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dalam satu sholat pun, begitu pula oleh para khalifah beliau dan para sahabat yang lain. Inilah petunjuk dan jalan hidup mereka. Kalau ada seseorang yang bisa menunjukkan kepada kita satu huruf dari mereka tentang perkara ini, maka kita akan menerimanya dan menyambutnya dengan ketundukan dan penerimaan. Karena tidak ada petunjuk yang lebih sempurna daripada petunjuk mereka, dan tidak ada sunnah kecuali yang diambil dari pembawa syari’at <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam.</em></p>
<p>(Sumber Rujukan: Zaadul Ma’ad: 1/201).</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/serbaspecial.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/serbaspecial.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/serbaspecial.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/serbaspecial.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/serbaspecial.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/serbaspecial.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/serbaspecial.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/serbaspecial.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/serbaspecial.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/serbaspecial.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/serbaspecial.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/serbaspecial.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/serbaspecial.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/serbaspecial.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/serbaspecial.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/serbaspecial.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serbaspecial.wordpress.com&amp;blog=801414&amp;post=47&amp;subd=serbaspecial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/melafadzkan-niat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca4ea9df7a608260b0646462dc5b2f16?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Unaiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sikap Islam Terhadap Rokok</title>
		<link>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/sikap-islam-terhadap-rokok/</link>
		<comments>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/sikap-islam-terhadap-rokok/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2007 03:42:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>serbaspecial</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Al Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[El Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatawa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa-Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Himbauan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama-Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/sikap-islam-terhadap-rokok/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Rasululloh Shalallahu ‘alaihi wassalam membersihkan manusia dari kesyirikan dan kehinaan kepada selain Alloh dan memerintahkannya untuk beribadah hanya kepada Alloh semata dengan merendahkan diri dan mencintai-Nya dan meminta serta memohon kepada-Nya dengan penuh harap dan takut. Dia juga mensucikan manusia dari setiap kebusukan maksiat dan perbuatan dosa, maka dia melarang manusia atas setiap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serbaspecial.wordpress.com&amp;blog=801414&amp;post=46&amp;subd=serbaspecial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://www.mediamuslim.info/">MediaMuslim.Info</a> &#8211; Rasululloh <em>Shalallahu ‘alaihi wassalam</em> membersihkan manusia dari kesyirikan dan kehinaan kepada selain Alloh dan memerintahkannya untuk beribadah hanya kepada Alloh semata dengan merendahkan diri dan mencintai-Nya dan meminta serta memohon kepada-Nya dengan penuh harap dan takut. Dia juga mensucikan manusia dari setiap kebusukan maksiat dan perbuatan dosa, maka dia melarang manusia atas setiap perbuatan keji dan buruk yang dapat merusak hati seorang hamba dan mematikan cahayanya dan agar menghiasinya dengan akhlak mulia dan budi perkerti luhur serta pergaulan yang baik untuk membentuk pribadi muslim yang sempurna. Maka dari itu dia menghalalkan setiap sesuatu yang baik dan mengharamkan setiap yang keji, baik makanan, minuman, pakaian, pernikahan dan lainnya. Termasuk yang diharamkan karena dapat menghilangkan kesucian adalah merokok.<span id="more-46"></span></p>
<p align="justify">Merokok diharamkan karena berbahaya bagi fisik dan mendatangkan bau yang tidak sedap, sedangkan Islam adalah (agama) yang baik, tidak memerintahkan kecuali yang baik. Seyogyanya bagi seorang muslim untuk menjadi orang yang baik, karena sesuatu yang baik hanya layak untuk orang yang baik, dan Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>adalah Maha Baik tidak menerima kecuali yang baik.</p>
<p><strong>Merokok hukumnya haram, begitu juga memperdagangkannya.<br />
</strong>Karena didalamnya terdapat sesuatu yang membahayakan, telah diriwayatkan dalam sebuah hadits, yang artinya: <em>“Tidak (boleh melakukan/menggunakan sesuatu yang) berbahaya atau membahayakan”</em> (HR: Ahmad dalam Musnadnya, Malik dan Atturmuzi)</p>
<p>Demikian juga (rokok diharamkan) karena termasuk sesuatu yang buruk (khabaits), sedangkan Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>(ketika menerangkan sifat nabi-Nya <em>Shalallahu ‘alaihi was salam</em>) berfirman, yang artinya: <em>“…dia menghalalkan bagi mereka yang baik dan mengharamkan yang buruk“ </em>(QS: Al A’raf: 157)</p>
<p>Firman Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, yang artinya: <em>“Jangan kalian bunuh diri kalian sendiri, sesungguhnya Alloh maha penyayang terhadap diri kalian “</em> (QS: An-Nisa: 29) dan <em>“Jangan kalian lemparkan diri kalian dalam kehancuran” </em>(QS: Al-Baqarah: 195)</p>
<p>Dunia kedokteran telah membuktikan bahwa mengkonsumsi barang ini dapat membahayakan, jika membahayakan maka hukumnya haram. Dalil lainnya adalah firman Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, yang artinya: <em>“Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Alloh sebagai pokok kehidupan..”</em> (QS: An Nisa:5)</p>
<p>Kita dilarang menyerahkan harta kita kepada mereka yang tidak sempurna akalnya karena pemborosan yang mereka lakukan. Tidak diragukan lagi bahwa mengeluarkan harta untuk membeli rokok atau syisyah merupakan pemborosan dan merusak bagi dirinya, maka berdasarkan ayat ini hal tersebut dilarang.</p>
<p>Sunnah Rasululloh <em>Shalallahu ‘alaihi was salam</em> juga menunjukkan pelarangan terhadap pengeluaran harta yang sia-sia, dan mengeluarkan harta untuk hal ini (rokok dan syisyah) termasuk menyia-nyiakan harta.</p>
<p>Jika seseorang hendak mengeluarkan hartanya untuk pergi haji atau menginfakkannya pada jalan kebaikan, maka dia harus berusaha membersihkan hartanya untuk dia keluarkan untuk beribadah haji atau diinfakkan kepada jalan kebaikan, berdasarkan umumnya firman Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, yang artinya: <em>“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (dijalan Alloh) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata darinya“</em> (QS: Al Baqarah: 267)</p>
<p>Rasululloh <em>Shalallahu ‘alaihi wassalam</em> bersabda, yang artinya: <em>“Sesungguhnya Alloh Maha Baik, tidak akan menerima kecuali yang baik “</em>(Al Hadits)</p>
<p>(Sumber Rujukan: عفواً ممنوع التدخين Maaf, dilarang MEROKOK oleh Thalal bin Sa’ad Al ‘Utaibi [yang mengkutip Fatwa-Fatwa ulama mengenai Pelarangan Merokok dan Memperdagangkannya], dengan  perubahan yang diperlukan)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/serbaspecial.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/serbaspecial.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/serbaspecial.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/serbaspecial.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/serbaspecial.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/serbaspecial.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/serbaspecial.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/serbaspecial.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/serbaspecial.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/serbaspecial.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/serbaspecial.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/serbaspecial.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/serbaspecial.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/serbaspecial.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/serbaspecial.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/serbaspecial.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serbaspecial.wordpress.com&amp;blog=801414&amp;post=46&amp;subd=serbaspecial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serbaspecial.wordpress.com/2007/06/24/sikap-islam-terhadap-rokok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca4ea9df7a608260b0646462dc5b2f16?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Unaiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
